Belakangan ini, publik
Bali diributkan dengan pro dan kontra reklamasi pulau Pudut di teluk benoa.
diatas lahan itu nantinya akan dibangun sebuah kawasan wisata terpadu. gubernur
Made Mangku Pastika telah mengeluarkan SK Nomor 2138/02-C/HK/2012 tertanggal 26
Desember tentang Pemberian Izin dan Hak Pemanfaatan dan Pengembangan
Pengelolaan Wilayah Perairan Teluk Benoa Provinsi Bali.
dalam hal ini, tidak
hanya politisi, dan mahasiswa, ada juga artis band papan atas asal Pulau
Dewata, Bali yang turut membela dalam penolakan reklamasi Pulau Pudut Teluk
Benoa, adalah Superman is Dead (SID),
Pada hari Rabu tanggal
22 Januari 2014 kemarin, salah satu personel grup punk rock Superman Is Dead,
Jerinx, terlihat memimpin aksi damai yang bertajuk Bali Tolak Reklamasi di
bilangan Istana Negara Jakarta. Lewat aksi damainya, Jerinx beserta beberapa
perwakilan dari WALHI (Wahana Lingkungan Hidup) beramai-ramai menyanyikan lagu
yang berjudul ‘Bali Tolak Reklamasi‘
di depan Istana Negara. Aksi damai ini dilangsungkan sebagai tindak lanjutan
penolakan masyarakat Bali yang cinta terhadap lingkungan mereka atas
pembangunan yang akan dilakukan di Tanjung Benoa, Bali. Selain Jerinx, terlihat
juga nama Gembul dari Navicula yang ikut turun dalam aksi tersebut.
“Kedatangan
kami di sini untuk meminta Presiden SBY menghentikan segla upaya politik untuk
mereklamasi Teluk Benoa. Kami juga meminta Presiden SBY memerintahkan Gubernur
Bali untuk mencabut seluruh rencana terkait reklamasi Pantai Benoa,” kata Ketua
Dewan Daerah Walhi Bali, I Wayan Gendo Suardana saat demo di depan Istana
Merdeka.
Demo menolak reklamasi pantai di Istana Merdeka juga didukung Wahana
Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan
(KIARA), Serikat Petani Indonesia (SPI), Komite Mahasiswa Pemuda Anti Kekerasan
(KOMPAK), Youth Food Movement (YFM), Lembaga Studi Aksi untuk Demokrasi
(LS-ADI) Serikat Nelayan Indonesia (SNI), Indonesian Human Right for Social
Justice (IHCS), PBHI Jakarta, WALHI Jakarta, Jaringan Riset Kolektif (Jerk),
Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMI), Jaringan Advokasi Tambang (Jatam),
Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia
(KNTI).
Ditulis oleh :
Biach Aerill.
No comments:
Post a Comment